RISKA Logo
RISKARemaja Islam Sunda Kelapa
← Kembali ke Artikel
Sosial & Komunitas• 23 Agustus 2026

Di Balik Satu Ruang, Ada Banyak Cerita di RISKA

Jakarta, 23 Agustus 2026 - Di balik setiap kegiatan yang berjalan di RISKA, ada orang-orang yang ikut menjaganya tetap hidup. Ada yang mengurus program

Di Balik Satu Ruang, Ada Banyak Cerita di RISKA

Jakarta, 23 Agustus 2026 - Di balik setiap kegiatan yang berjalan di RISKA, ada orang-orang yang ikut menjaganya tetap hidup. Ada yang mengurus program, menyiapkan acara, memikirkan banyak hal di balik layar, dan memastikan semuanya berjalan. Tapi di balik tanggung jawab itu, mereka juga punya cerita masing-masing.

Ada hari ketika semuanya terasa baik-baik saja. Ada juga saat ketika pekerjaan menumpuk, pikiran penuh, atau sekadar merasa butuh seseorang untuk mendengarkan.

Karena itu, RISKA juga punya ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas organisasi dan mulai bercerita.

Bukan tentang siapa yang paling banyak bekerja atau siapa yang paling mampu menyelesaikan semuanya. Kali ini, ruang tersebut menjadi tempat untuk membicarakan apa yang dirasakan, mendengarkan pengalaman satu sama lain, dan menyadari bahwa setiap orang punya cerita yang mungkin tidak selalu terlihat dari luar.

Dalam obrolan tersebut, percakapan juga menyentuh hal-hal sederhana yang sering menjadi bagian dari kehidupan bersama, termasuk bagaimana adab dan akhlak ikut membentuk cara kita berinteraksi dengan orang lain.

Sebab ketika berada dalam sebuah organisasi, kemampuan untuk bekerja bersama tidak hanya dibangun dari pembagian tugas. Ada komunikasi, ada empati, dan ada kemauan untuk mendengarkan.

Kadang, seseorang tidak membutuhkan jawaban yang panjang. Mereka hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan apa yang sedang dirasakan tanpa takut dihakimi.

Dari situlah pentingnya memiliki lingkungan yang bisa saling menguatkan.

Rapat BPH RISKA

RISKA bukan hanya tentang berbagai program dan kegiatan yang terlihat dari luar. Di dalamnya ada orang-orang yang juga sedang belajar, bertumbuh, menghadapi kesibukan, mengalami naik turun proses, dan mencari cara untuk tetap berjalan bersama.

Mungkin itulah mengapa satu ruang bisa memiliki begitu banyak cerita.

Ada yang datang untuk berbicara. Ada yang memilih mendengarkan. Ada yang baru menyadari bahwa ternyata orang lain juga pernah merasakan hal yang sama.

Pada akhirnya, saling menguatkan tidak selalu harus dilakukan lewat sesuatu yang besar. Terkadang cukup dengan menyediakan waktu, hadir sepenuhnya, dan memberi kesempatan kepada seseorang untuk merasa bahwa ceritanya didengar.

Karena di RISKA, kita bukan hanya berjalan bersama dalam menjalankan organisasi.

Kita juga belajar menjadi tempat untuk saling menguatkan.

Dan mungkin, di tengah segala kesibukan, ruang seperti inilah yang membuat kita tetap merasa bahwa kita tidak menjalani semuanya sendirian.

Artikel Lainnya