Berani Bilang, Bukan Hilang
Rasa suka itu fitrah. Yang penting, jaga arahnya, cek niatnya, siapkan diri, dan bawa hubungan menuju jalan yang Allah ridai.

Rasa suka kepada seseorang itu wajar. Yang perlu dijaga adalah ke mana perasaan itu membawa kita. Dalam kajian PARIS, Ustadz Arif Rahman Lubis mengajak anak muda mengarahkan cinta kepada ketakwaan dan pernikahan, bukan hubungan tanpa arah.
Jangan Biarkan Perasaan Jalan Sendiri
Cinta bisa melahirkan kebaikan ketika diterima oleh hati yang bersih. Namun, perasaan yang dibiarkan tanpa batas dapat berubah menjadi pintu maksiat. Godaan biasanya tidak datang sekaligus, tetapi lewat langkah kecil yang terasa aman.
Karena itu, Islam tidak hanya melarang zina, tetapi juga melarang mendekatinya. Menjaga pandangan, interaksi, dan ruang berdua bukan berarti memusuhi cinta. Justru itulah cara menjaga kehormatan dan masa depan.
Cek Lagi: Cinta atau Nafsu?
Kajian ini memberi beberapa pertanyaan untuk mengecek perasaan kita:
- Apakah rasa suka ini membuat kita makin dekat kepada Allah?
- Apakah kita siap menerima hasil istikharah, termasuk jika harus dijauhkan?
- Apakah hubungan ini benar-benar ingin dibawa menuju pernikahan?
Kalau perasaan justru membuat kita terus melanggar batas, mungkin hawa nafsu sedang memakai nama cinta. Jangan menggantungkan seluruh harapan kepada manusia karena manusia bisa berubah dan mengecewakan.
Siapkan Diri, Bukan Cuma Cari
Bagi yang belum punya calon, fokusnya bukan sekadar mencari pasangan baik. Kita juga perlu menjadi pribadi yang layak diperjuangkan. Perbaiki ibadah, akhlak, cara berkomunikasi, dan kesiapan memikul tanggung jawab.
Saat menilai calon, jangan menuntut kesempurnaan. Perhatikan hal yang mendasar, seperti kemauan bekerja, akhlak kepada pasangan, kesediaan belajar, dan cara menghadapi masalah. Cari informasi dari orang yang mengenalnya, bukan hanya dari kesan selama pendekatan.
Soal nafkah juga perlu dibicarakan dengan jujur. Kemampuan tidak selalu berarti hidup mewah, tetapi ada kesungguhan bekerja dan memenuhi kebutuhan sesuai kondisi. Keberanian menikah bukan nekat, melainkan kesiapan untuk bertumbuh dan bertanggung jawab bersama.
Kalau belum siap, mundur sebentar untuk memperbaiki diri lebih baik daripada menjalani hubungan yang tidak jelas. Jika akhirnya orang tersebut menikah dengan orang lain, terima bahwa ia bukan jodoh yang Allah tetapkan.
Cinta yang sehat tidak membuat kita hilang arah. Ia membuat kita berani jujur, menjaga batas, berikhtiar dengan baik, lalu menyerahkan hasil kepada Allah.
Yuk simak kajian selengkapnya di sini
Tonton “[PARIS] Ustadz Arif Rahman Lubis - Berani Bilang Bukan Hilang” di YouTube
Artikel Lainnya

Pintu Penyesalan
Dosa sering dimulai dari celah kecil. Kenali empat pintu masuknya dan tutup akses sejak awal sebelum hati terlanjur terbiasa.

Barakah: Jiwa yang Hilang dari Produktivitas
Produktivitas bukan cuma soal hasil. Niat, ikhtiar, dampak, dan kedekatan kepada Allah membuat kesibukan kita punya arah dan barakah.

Produktivitas Berkah: Menjadikan Allah dan Akhirat sebagai Poros
Produktivitas yang berkah tidak cuma mengejar angka. Ia berpusat pada Allah, diarahkan untuk akhirat, dan memberi manfaat.
