RISKA Logo
RISKARemaja Islam Sunda Kelapa
← Kembali ke Artikel
Sosial & Komunitas• 26 Mei 2026

Brotherhood RISKA: Nanjak Bareng, Menjaga Langkah Bersama

Brotherhood RISKA: Nanjak Bareng, Menjaga Langkah Bersama

Buat Brotherhood RISKA, perjalanan ke Bukit Palasari bukan cuma soal sampai di puncak.

Lewat kegiatan “Brotherhood RISKA Nanjak Bareng” pada Ahad (17/5), para peserta menghabiskan waktu bersama dengan berjalan menyusuri jalur menuju Puncak Palasari. Perjalanan ini menjadi kesempatan untuk menikmati alam sekaligus membangun kebersamaan di antara anggota Brotherhood RISKA.

Perjalanan dimulai dari Basecamp Palasari. Dari sana, peserta mulai menapaki jalur menuju puncak dengan ritme masing-masing. Ada yang berjalan lebih cepat, ada yang memilih berjalan santai, dan ada pula yang sesekali berhenti untuk mengambil napas.

Brotherhood RISKA

Di tengah perjalanan, dinamika kelompok mulai terasa. Peserta tidak hanya fokus pada tujuan, tetapi juga saling menemani dan menikmati perjalanan bersama. Sesekali berhenti, berbincang, atau sekadar berjalan beriringan menjadi bagian dari perjalanan menuju puncak.

Setelah melewati jalur pendakian, peserta akhirnya sampai di Puncak Palasari dengan ketinggian 1.029 MDPL. Pemandangan alam menjadi latar dari momen kebersamaan mereka di atas bukit.

Namun, kebersamaan tidak hanya terjadi selama perjalanan. Di sela kegiatan, peserta juga menghabiskan waktu untuk duduk bersama, makan, berbincang, dan menikmati suasana. Momen-momen sederhana seperti ini justru menjadi bagian dari pengalaman Brotherhood RISKA.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa aktivitas remaja masjid bisa hadir dalam berbagai bentuk. Tidak selalu berada di ruang kelas atau masjid, tetapi juga bisa melalui perjalanan dan aktivitas bersama di alam.

“Ngaji jalan, nanjak gas.”

Ada waktunya belajar dan mengaji bersama, ada waktunya berdiskusi, dan ada waktunya melangkah bersama. Semua menjadi bagian dari proses membangun hubungan dan pengalaman bersama di Brotherhood RISKA.

Brotherhood RISKA

Perjalanan ke Palasari mungkin hanya berlangsung dalam satu kegiatan. Namun, ada pengalaman yang ikut dibawa pulang. Tentang menikmati perjalanan, mengenal satu sama lain, dan belajar bahwa setiap orang punya ritme yang berbeda.

Karena dalam sebuah brotherhood, bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi tentang bagaimana tetap melangkah dan menikmati perjalanan bersama.

Artikel Lainnya