RISKA Logo
RISKARemaja Islam Sunda Kelapa
← Kembali ke Artikel
Sosial & Komunitas• 4 Juli 2026

Creative Circle Class: Dari Belajar Visual sampai Bikin Cerita lewat Konten

Belajar membuat konten bukan cuma soal bisa memakai aplikasi desain atau punya kamera yang bagus. Ada proses untuk memahami bagaimana sebuah visual dibangun

Creative Circle Class: Dari Belajar Visual sampai Bikin Cerita lewat Konten

Belajar membuat konten bukan cuma soal bisa memakai aplikasi desain atau punya kamera yang bagus. Ada proses untuk memahami bagaimana sebuah visual dibangun, bagaimana sebuah momen ditangkap, sampai bagaimana semuanya dirangkai menjadi cerita.

Hal itulah yang coba dibangun melalui Creative Circle Class (C3) RISKA, rangkaian kelas kreatif yang mengajak anggota RISKA belajar mengolah ide menjadi karya visual yang lebih terarah.

Selama tiga pertemuan, peserta diajak mengenal tiga bagian penting dalam proses membuat konten: desain dan branding, fotografi, serta videografi dan video editing.

Pertemuan Pertama: Belajar Punya Rasa lewat Visual

Perjalanan C3 dimulai pada 13 Juni melalui kelas Fundamental Design, Branding & Campaign RISKA bersama Ka Uci.

Di pertemuan pertama, peserta diperkenalkan pada dasar-dasar desain, branding, dan cara membangun visual campaign yang sesuai dengan identitas RISKA.

Belajar desain dalam kelas ini tidak berhenti pada bagaimana membuat visual terlihat menarik. Peserta juga diajak memahami bahwa sebuah visual perlu punya rasa dan mampu menyampaikan pesan.

Materi tersebut menjadi dasar sebelum peserta masuk ke tahap berikutnya. Karena sebelum menangkap sebuah momen lewat kamera, ada hal yang perlu dipahami terlebih dahulu: bagaimana sebuah pesan ingin disampaikan kepada orang yang melihatnya.

Pertemuan Kedua: Menangkap Momen yang Bercerita

Seminggu kemudian, pada 20 Juni, C3 masuk ke kelas kedua, yaitu Fotografi bersama Bang Arby.

Jika pertemuan pertama banyak berbicara tentang bagaimana membangun visual, kali ini peserta belajar melihat.

Fotografi bukan sekadar menekan tombol kamera dan merekam apa yang ada di depan mata. Peserta diajak memahami angle, komposisi, pencahayaan, dan storytelling lewat foto.

Sebuah foto dapat menjadi lebih dari sekadar dokumentasi ketika orang di balik kamera mampu melihat momen dengan lebih peka dan memahami cerita yang ingin disampaikan.

Kemampuan tersebut menjadi penting terutama bagi RISKA yang memiliki banyak kegiatan untuk didokumentasikan. Foto bukan hanya menjadi bukti bahwa sebuah kegiatan pernah berlangsung, tetapi juga dapat membantu orang lain merasakan suasana dan cerita di baliknya.

Pertemuan Ketiga: Mengubah Momen Menjadi Cerita

Setelah belajar membangun visual dan menangkap momen, C3 berlanjut ke pertemuan ketiga pada 4 Juli dengan materi Videografi & Video Editing bersama Bang Bim Bim.

Kali ini, peserta belajar bagaimana mengubah kumpulan momen menjadi sebuah cerita melalui video.

Materinya membawa peserta mengenal proses storytelling lewat video, mulai dari bagaimana sebuah momen dipilih hingga bagaimana video dapat disusun agar tidak hanya menarik untuk ditonton, tetapi juga memiliki cerita.

Dengan begitu, tiga pertemuan C3 sebenarnya membentuk satu alur yang saling terhubung.

Peserta mulai dari memahami visual dan identitas, kemudian belajar menangkap momen, lalu mengolahnya menjadi cerita melalui video.

Nggak Harus Jago, yang Penting Mau Mulai

Creative Circle Class: Dari Belajar Visual sampai Bikin Cerita lewat Konten

C3 juga membawa satu pesan yang sederhana: nggak harus jago, yang penting mau mulai.

Kalimat tersebut terasa relevan karena kemampuan kreatif tidak selalu muncul dalam satu kali pertemuan. Ada proses mencoba, membuat kesalahan, melihat referensi, dan terus belajar dari karya yang dibuat.

Melalui Creative Circle Class, RISKA tidak hanya membuka ruang bagi anggota yang sudah memiliki kemampuan di bidang kreatif. Kelas ini juga menjadi tempat untuk mereka yang baru ingin mencoba, penasaran dengan dunia visual, atau ingin menemukan cara baru untuk berkarya.

Pada akhirnya, tiga pertemuan C3 bukan hanya tentang belajar desain, fotografi, atau video secara terpisah.

Ketiganya menjadi satu perjalanan untuk memahami bagaimana sebuah ide bisa berubah menjadi visual, visual bisa menangkap momen, dan momen bisa diolah menjadi cerita.

Dan mungkin, dari satu kelas sederhana, akan lahir karya-karya baru yang membawa cerita RISKA ke lebih banyak orang.

Artikel Lainnya