RISKA Logo
RISKARemaja Islam Sunda Kelapa
← Kembali ke Artikel
Kajian & Studi Islam• 11 April 2026

Jalan Pulang bagi Jiwa yang Usang

Saat hati terasa berat dan ibadah melemah, jangan putus asa. Tobat, kembali taat, dan dekat dengan Al-Qur'an adalah jalan pulang.

Ustadz Muhammad Vickry di samping judul Jalan Pulang Jiwa Yang Usang dengan latar jalan di tengah pepohonan

Selepas Ramadan, semangat ibadah bisa ikut turun. Al-Qur’an mulai jarang dibuka, masjid terasa jauh, dan hati kembali berat. Dalam Refresh Hati Series, Ustadz Muhammad Vickry, B.A. mengingatkan bahwa ibadah tidak boleh hidup hanya karena momentum.

Yang Menjauh Bukan Allah

Saat hidup terasa berat, kita kadang merasa Allah jauh. Padahal masjid tetap terbuka, Al-Qur’an tetap ada, dan pintu doa tidak pernah ditutup. Kitalah yang sering berhenti datang.

Allah tidak bosan menerima hamba yang kembali. Justru manusia yang cepat bosan berdoa dan beribadah. Karena itu, jangan menunggu diri menjadi sempurna untuk pulang.

Amal kecil yang konsisten lebih baik daripada semangat besar yang cepat hilang. Membaca setengah halaman Al-Qur’an setiap hari, misalnya, bisa lebih kuat daripada membaca banyak lalu berhenti berbulan-bulan.

Dosa Membuat Ibadah Terasa Berat

Kajian ini menempatkan dosa sebagai salah satu sebab hati menjadi usang. Nasihat sulit masuk, salat terasa berat, dan membaca Al-Qur’an cepat membuat lelah. Sementara itu, berjam-jam di media sosial terasa sebentar.

Responsnya bukan menyerah, tetapi memperbanyak istigfar dan muhasabah. Jangan pula merasa lebih baik hanya karena sudah hijrah atau rajin datang ke kajian. Hidayah dan kemampuan beribadah adalah pertolongan Allah, bukan pencapaian yang membuat kita boleh merendahkan orang lain.

Empat Jalan untuk Kembali

Ustadz Muhammad Vickry merangkum empat langkah dari Surah Az-Zumar ayat 53 sampai 55:

  1. Jangan putus asa dari rahmat Allah.
  2. Bertobat dengan sungguh-sungguh.
  3. Kembali menjalankan ketaatan yang pernah ditinggalkan.
  4. Dekat lagi dengan Al-Qur’an agar tahu langkah berikutnya.

Kalau dulu rajin ke masjid lalu berhenti, mulai lagi. Kalau hafalan mulai hilang, buka lagi. Kita tidak harus menunggu semua maksiat selesai untuk kembali taat.

Saat tidak ada orang yang mampu menampung keluh kesah kita, letakkan kepala di tempat sujud. Berdoa, memohon ampun, lalu ikuti penyesalan dengan amal baik.

Jalan pulang bukan satu momen besar. Ia adalah pilihan yang diulang setiap hari sampai akhir hidup. Yang penting, jangan berhenti mengetuk pintu Allah.


Yuk simak kajian selengkapnya di sini

Tonton “[PARIS] Ustadz Muhammad Vickry, B.A. - Jalan Pulang Jiwa Yang Usang” di YouTube

Artikel Lainnya