Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Pernah merasa Ramadan kali ini belum berjalan seperti yang diharapkan? Salat masih bolong, tarawih belum rutin, atau ada kebiasaan yang sebenarnya

Pernah merasa Ramadan kali ini belum berjalan seperti yang diharapkan? Salat masih bolong, tarawih belum rutin, atau ada kebiasaan yang sebenarnya ingin ditinggalkan tapi masih terus berulang?
Justru dari kesadaran seperti itu, perjalanan untuk berubah bisa dimulai.
Dalam kajian SKY Night, pembahasan tentang tobat dimulai dari satu hal sederhana: sadar. Seseorang tidak akan bisa memperbaiki sesuatu yang tidak ia sadari sebagai masalah. Karena itu, belajar dan mencari ilmu menjadi bagian penting dalam proses mendekat kepada Allah. Ilmu memberi seseorang informasi, lalu informasi itu diharapkan tumbuh menjadi kesadaran dan perubahan.
Tobat kemudian dirangkum dalam lima langkah: sadari, sesali, sudahi, perbaiki, dan dakwahi. Bukan sekadar merasa bersalah, tetapi ada keberanian untuk meninggalkan kesalahan, memperbaiki diri, lalu mengajak orang lain agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.
Ada satu pesan yang terasa dekat dengan banyak orang: jangan merasa masa lalu membuat kita tidak layak untuk kembali kepada Allah. Kesalahan memang perlu diakui dan diperbaiki, tetapi rasa bersalah seharusnya tidak berubah menjadi keputusasaan. Dalam kajian tersebut, pesan tentang luasnya ampunan Allah justru menjadi pengingat bahwa pintu untuk kembali selalu perlu diketuk.
Perubahan juga tidak selalu datang dalam bentuk yang besar. Bisa dimulai dari salat yang mulai dijaga, hubungan dengan orang tua yang diperbaiki, lingkungan yang lebih baik, atau keberanian meninggalkan kebiasaan yang selama ini ingin dihentikan. Bahkan proses bertumbuh itu sendiri adalah bagian dari perjalanan.
Mungkin kita belum menjadi versi diri yang kita inginkan. Tapi selama masih ada kesadaran untuk kembali, selalu ada langkah berikutnya.
Tonton kajian lengkapnya di Ustadz Handy Bonny - Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah - YouTube
Artikel Lainnya

Pintu Penyesalan
Dosa sering dimulai dari celah kecil. Kenali empat pintu masuknya dan tutup akses sejak awal sebelum hati terlanjur terbiasa.

Barakah: Jiwa yang Hilang dari Produktivitas
Produktivitas bukan cuma soal hasil. Niat, ikhtiar, dampak, dan kedekatan kepada Allah membuat kesibukan kita punya arah dan barakah.

Produktivitas Berkah: Menjadikan Allah dan Akhirat sebagai Poros
Produktivitas yang berkah tidak cuma mengejar angka. Ia berpusat pada Allah, diarahkan untuk akhirat, dan memberi manfaat.
