Kenali Diri, Dekati Ilahi
Pernah nggak sih kita merasa sudah cukup mengenal diri sendiri, tapi ketika ditanya sebenarnya kita mau apa, apa yang kita butuhkan,

Pernah nggak sih kita merasa sudah cukup mengenal diri sendiri, tapi ketika ditanya sebenarnya kita mau apa, apa yang kita butuhkan, atau kenapa kita merespons sesuatu dengan cara tertentu, jawabannya malah belum jelas?
Mengenal diri ternyata bukan sekadar tahu makanan favorit, hobi, atau hal-hal yang kita sukai. Lebih dalam dari itu, self-awareness berarti memahami pikiran, perasaan, dan perilaku kita, termasuk alasan di balik respons yang muncul. Dalam konteks kesehatan mental, kemampuan mengenali diri menjadi salah satu langkah penting sebelum seseorang bisa mengelola stres dan menjalani aktivitas dengan lebih produktif.
Menariknya, proses mengenal diri juga berkaitan dengan bagaimana seseorang menentukan arah hidupnya. Bagi seorang muslim, pertanyaannya bukan hanya “Aku sebenarnya mau jadi apa?”, tetapi juga “Apa yang menjadi prioritas dan nilai hidupku?” Ketika arah itu mulai jelas, pilihan-pilihan yang datang dari luar pun tidak mudah membuat kita goyah.
Salah satu cara paling sederhana untuk mulai mengenal diri adalah refleksi. Berhenti sebentar, memperhatikan apa yang sedang dirasakan, lalu mencatatnya. Bahkan emosi yang sering dianggap negatif seperti marah atau sedih bisa menjadi pintu untuk memahami diri lebih jauh. Apa yang membuat kita marah? Situasi seperti apa yang membuat kita sedih? Dari sana, kita bisa mulai mengenali pola dan pemicunya.
Di sisi lain, proses ini menjadi semakin menantang ketika kita terlalu sering melihat kehidupan orang lain. Media sosial membuat pencapaian orang lain terasa dekat setiap hari. Tanpa sadar, kita bisa mulai mempertanyakan diri sendiri hanya karena melihat hidup orang lain terlihat lebih dulu sampai di suatu titik.
Padahal, apa yang orang lain inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Membandingkan diri pun tidak selalu harus dihindari, tetapi bisa diarahkan untuk melihat proses dan mengambil hal baik yang bisa dipelajari, bukan sekadar mengejar hasil yang terlihat.
Pada akhirnya, mengenal diri bukan berarti menemukan semua jawaban dalam satu waktu. Bisa jadi, justru dari proses memahami diri itulah kita perlahan menemukan arah untuk mendekat kepada Allah. Karena ketika tahu siapa diri kita, apa yang kita nilai penting, dan ke mana kita ingin berjalan, langkah pun terasa lebih punya arah.
Tonton selengkapnya di Vendryana & Muthmainah Mufidah. M.Psi. - Kenali Diri Dekati Ilahi - YouTube
Artikel Lainnya

Pintu Penyesalan
Dosa sering dimulai dari celah kecil. Kenali empat pintu masuknya dan tutup akses sejak awal sebelum hati terlanjur terbiasa.

Barakah: Jiwa yang Hilang dari Produktivitas
Produktivitas bukan cuma soal hasil. Niat, ikhtiar, dampak, dan kedekatan kepada Allah membuat kesibukan kita punya arah dan barakah.

Produktivitas Berkah: Menjadikan Allah dan Akhirat sebagai Poros
Produktivitas yang berkah tidak cuma mengejar angka. Ia berpusat pada Allah, diarahkan untuk akhirat, dan memberi manfaat.
