RISKA Logo
RISKARemaja Islam Sunda Kelapa
← Kembali ke Artikel
Sosial & Komunitas• 27 April 2026

Mulai Lagi: Teman Itu Ada Fasenya - Eps. 5

Pernah nggak, ada teman yang dulu rasanya hampir selalu ada, tapi sekarang sudah jarang ngobrol? Atau justru ada orang yang awalnya nggak terlalu dekat, tapi

Mulai Lagi: Teman Itu Ada Fasenya - Eps. 5

Pernah nggak, ada teman yang dulu rasanya hampir selalu ada, tapi sekarang sudah jarang ngobrol? Atau justru ada orang yang awalnya nggak terlalu dekat, tapi tiba-tiba hadir di satu fase hidup ketika kita sedang membutuhkannya?

Pertanyaan tentang pertemanan menjadi pembahasan dalam Podcast Cerita RISKA Episode 5: “Mulai Lagi: Teman Itu Ada Fasenya.”

Obrolan dimulai dari hal yang dekat dengan keseharian anak muda: sebenarnya kita butuh banyak teman atau cukup beberapa orang yang benar-benar dekat? Di tengah media sosial yang sering membuat kita melihat orang lain punya circle besar, pembahasan kemudian bergerak pada sesuatu yang lebih personal: kualitas hubungan dan batasan dalam pertemanan.

Dalam podcast ini, para pembicara membahas bahwa setiap orang bisa memiliki cara berbeda dalam memaknai pertemanan. Ada yang nyaman dengan banyak koneksi, ada pula yang lebih membutuhkan beberapa hubungan yang intim. Yang menjadi penting adalah memahami nilai apa yang ingin kita temukan dan tumbuhkan dari orang-orang terdekat.

Namun, bagaimana ketika seorang teman tidak lagi hadir seperti dulu?

Di sinilah pembahasan tentang “teman itu ada fasenya” muncul. Salah satu refleksi yang dibagikan adalah bahwa orang-orang dalam hidup kita bisa hadir dan pergi di fase yang berbeda. Ketika seorang teman tidak bisa hadir saat kita membutuhkan, bukan berarti ia otomatis menjadi orang yang buruk. Bisa jadi, ia sendiri sedang berada dalam fase hidup yang rumit.

Sebaliknya, ketika seseorang yang baru hadir dan menemani kita, mungkin kita perlu belajar melihat kehadiran itu tanpa terus membandingkannya dengan orang yang sebelumnya. “Semua masa ada temannya.”

Podcast ini juga mengajak melihat pertemanan dari perspektif yang lebih spiritual: bagaimana hubungan kita dengan manusia ditempatkan dalam hubungan kita dengan Allah. Dalam obrolan tersebut, para pembicara merefleksikan bahwa ketika ekspektasi kepada manusia dikurangi dan hubungan dengan Allah diperkuat, cara kita memandang kehadiran orang lain juga bisa berubah.

Pada akhirnya, mungkin “mulai lagi” dalam pertemanan bukan selalu tentang mencari teman baru. Bisa juga tentang belajar menerima bahwa beberapa orang memang hadir untuk satu fase, belajar berbaik sangka ketika hubungan berubah, dan tetap menghargai kebaikan yang pernah ada.

Karena nggak semua yang berubah harus menjadi sesuatu yang pahit. Kadang, kita hanya sedang memasuki fase baru dan orang-orang yang menemani kita pun ikut berubah.

Penasaran dengan obrolan lengkapnya?

Tonton selengkapnya di YouTube : Mulai Lagi : Teman Itu Ada Fasenya - Eps 5 - YouTube

Artikel Lainnya