Normalize Fitrah, Not Sin
Ada hal-hal yang awalnya terasa asing, tapi karena terlalu sering muncul di sekitar kita, lama-lama terasa biasa. Di tengah arus informasi dan media sosial

Ada hal-hal yang awalnya terasa asing, tapi karena terlalu sering muncul di sekitar kita, lama-lama terasa biasa. Di tengah arus informasi dan media sosial yang semakin mudah diakses, pertanyaannya bukan cuma tentang apa yang kita lihat, tapi juga apa yang perlahan kita anggap normal.
Dalam kajian Normalize Fitrah, Not Sin, pembahasan tentang fitrah dikaitkan dengan kisah Nabi Luth AS dan kaumnya yang berulang kali disebut dalam Al-Qur’an. Kisah tersebut menjadi pengingat tentang bagaimana manusia bisa berhadapan dengan dorongan diri, lingkungan, dan kebiasaan yang terus diulang hingga kehilangan kepekaan terhadap nilai yang diyakini.
Salah satu hal yang disoroti adalah bagaimana rasa cinta dan keinginan perlu diarahkan, bukan sekadar diikuti. Mengutip pembahasan Ibn Qayyim, kecintaan yang berlebihan dapat membuat seseorang kehilangan kendali jika tidak ditempatkan sesuai tuntunan Allah. Karena itu, persoalannya bukan hanya tentang memiliki perasaan atau keinginan, tetapi bagaimana seseorang mengelolanya.
Di sisi lain, lingkungan juga punya pengaruh besar. Apa yang terus kita lihat, dengar, dan konsumsi dapat membentuk cara berpikir tanpa selalu kita sadari. Media sosial membuat berbagai jenis informasi hadir begitu cepat, sehingga menjaga pandangan, memilih tontonan, dan menyaring informasi menjadi bagian dari upaya menjaga diri.
Pada akhirnya, menjaga fitrah bukan berarti hidup tanpa tantangan atau tanpa memiliki dorongan dalam diri. Justru, ada proses untuk mengenali diri, memahami batas, dan memilih apa yang ingin terus dipelihara dalam kehidupan.
Di tengah dunia yang bergerak cepat dan terus menawarkan sesuatu yang baru, mungkin pertanyaan pentingnya adalah: apa yang sedang kita biasakan, dan ke mana kebiasaan itu membawa kita?
Tonton kajian lengkapnya di PARIS - Ustadz Fatahillah Aly, S.Ag - Normalize Fitrah, Not Sin
Artikel Lainnya

Pintu Penyesalan
Dosa sering dimulai dari celah kecil. Kenali empat pintu masuknya dan tutup akses sejak awal sebelum hati terlanjur terbiasa.

Barakah: Jiwa yang Hilang dari Produktivitas
Produktivitas bukan cuma soal hasil. Niat, ikhtiar, dampak, dan kedekatan kepada Allah membuat kesibukan kita punya arah dan barakah.

Produktivitas Berkah: Menjadikan Allah dan Akhirat sebagai Poros
Produktivitas yang berkah tidak cuma mengejar angka. Ia berpusat pada Allah, diarahkan untuk akhirat, dan memberi manfaat.
