Strong Faith, Strong Future
Masa depan memang belum terlihat. Iman membantu kita tetap tenang, berikhtiar hari ini, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah.

Masa depan sering bikin cemas. Kita memikirkan pekerjaan, rezeki, pasangan, dan banyak hal yang belum terjadi. Dalam kajian PARIS, Ustadz Bendri Jaisyurrahman mengingatkan bahwa kegelisahan membesar ketika hubungan kita dengan Allah melemah.
Kenali Allah sebagai Rabb
Allah adalah Rabb yang menciptakan, memiliki, mengatur, dan mencukupi kebutuhan hamba-Nya. Saat keyakinan ini kuat, kita tidak mudah merasa hidup berjalan sendirian.
Rezeki memang datang melalui pekerjaan, atasan, klien, atau orang lain. Namun, mereka hanya penyalur. Sumber rezeki tetap Allah. Kalau kita terlalu bergantung kepada penyalur, hati mudah takut ketika keadaan berubah.
Majelis ilmu membantu kita mengingat kembali hal ini. Kita datang bukan karena semua masalah langsung selesai, tetapi karena hati perlu dikuatkan agar mampu menghadapi masalah dengan cara yang benar.
Ikhtiar Dulu, Lalu Tawakal
Tawakal bukan pasrah tanpa usaha. Kita tetap belajar, bekerja, menyusun rencana, dan mengambil peluang. Setelah itu, hasilnya diserahkan kepada Allah.
Masalahnya, kita sering ingin mengatur bagian yang bukan milik kita. Kita sudah berusaha hari ini, tetapi pikiran terus melompat ke berbagai kemungkinan buruk. Akhirnya energi habis untuk sesuatu yang belum tentu terjadi.
Kajian ini mengajak kita fokus pada tanggung jawab hari ini. Kerjakan yang bisa dikerjakan sekarang. Jangan menarik seluruh beban masa depan ke satu hari.
Jangan Biarkan Overthinking Menguasai Hati
Rasa takut bisa menjadi pengingat untuk bersiap. Namun, kalau dibiarkan, ia berubah menjadi overthinking yang melemahkan. Salah satu cara meredakannya adalah memperbanyak zikir dan kembali melihat nikmat yang sudah Allah berikan.
Saat hati mulai penuh, tanyakan:
- Apa yang bisa saya usahakan hari ini?
- Apa yang memang harus saya serahkan kepada Allah?
- Apakah ketakutan ini berdasarkan kenyataan atau hanya kemungkinan?
Iman yang kuat bukan berarti tidak pernah khawatir. Iman membuat kita punya tempat kembali saat rasa khawatir datang. Kita tetap bergerak, tetapi tidak merasa harus mengendalikan semuanya sendiri.
Masa depan memang belum terlihat. Namun, Allah yang mengaturnya sudah menjaga kita sampai hari ini. Tugas kita adalah memperbaiki ikhtiar, menjaga hubungan dengan-Nya, dan menjalani hari ini sebaik mungkin.
Yuk simak kajian selengkapnya di sini
Tonton “[PARIS] Ustadz Bendri Jaisyurrahman - Strong Faith, Strong Future” di YouTube
Artikel Lainnya

Pintu Penyesalan
Dosa sering dimulai dari celah kecil. Kenali empat pintu masuknya dan tutup akses sejak awal sebelum hati terlanjur terbiasa.

Barakah: Jiwa yang Hilang dari Produktivitas
Produktivitas bukan cuma soal hasil. Niat, ikhtiar, dampak, dan kedekatan kepada Allah membuat kesibukan kita punya arah dan barakah.

Produktivitas Berkah: Menjadikan Allah dan Akhirat sebagai Poros
Produktivitas yang berkah tidak cuma mengejar angka. Ia berpusat pada Allah, diarahkan untuk akhirat, dan memberi manfaat.
